Kamis, 14 April 2011

Cinderella Modern

Hari Jumat biasanya hari paling malas sekaligus paling semangat untuk pekerja macam saya ini. Malas karena sudah penat dengan rutinitas kerja dari Senin sampai Jumat yang bisa bikin kejang otak. Semangat lantaran besoknya adalah weekend. Tentunya sudah banyak rencana cihuy yang akan dilakukan bersama teman, keluarga, atau pacar (berhubung single, kebanyakan saya menghabiskan weekend dengan 2 sisanya).

Tapi agak berbeda dengan hari Jumat yang satu ini, tak biasanya saya menjadi jauh lebih malas dan tidak bersemangat. Kepenatan yang menumpuk ditambah lelah fisik harus diperparah dengan gagalnya rencana besar di hari Sabtunya. Acara konser yang sudah direncanakan jauh-jauh hari bahkan 2 bulan sebelumnya gagal tiba-tiba. Jangan tanya konser apa (demi kemaslahatan jiwa, saya tidak akan membahas apa dan kenapa konser itu gagal), yang jelas hal itu membuat bad mood weekend itu. Imbasnya saya juga menolak beberapa ajakan kawan yang iba dengan kemalangan nasib saya. Dalam hati saya membatin "mungkin weekend kali ini akan saya habiskan di kamar sambil peluk bantal nonton DVD (how sad)"

Kemudian sms itu datang. Teman lama dari teater SMA mengirimkan sms berisi ajakan untuk membantu teater SMA yang akan mengadakan pementasan. Terdorong rasa kangen dan gak mau seperti orang autis di rumah sendirian, saya menerima ajakan teman saya itu. Dan acara weekend dadakan dimulai.

Sekolah tempat saya belajar dulu tak banyak berubah, masih asri dengan pohon beringin di tepi lapangan. Di tengah-tengah lapangan sudah ada adik-adik angkatan baru yang sudah mulai latihan. Kalau dihitung-hitung angkatan saya dan angkatan yang baru jaraknya 8 tahun, waw ternyata saya sudah setua itu....

Setelah saya bertanya kanan kiri, rencana awal kami akan membuat pementasan dengan tema Cinderella. Butuh banyak pemain disana, jadi banyak alumni yang dilibatkan. Sampai saat ini kami masih belum menemukan para pemainnya. Semakin sore semakin banyak alumni yang hadir. Terjadilah ajang reuni kecil disana, beberapa kakak dan adik kelas yang sekian lama tidak bertemupun tiba-tiba muncul.

Setelah latihan selesai dan sepakat latihan di Sabtu berikutnya, kami melanjutkan perbincangan di sebuah tempat makan di daerah Pasar Minggu. Kami ngobrol dan tertawa bersama. Sungguh menyenangkan bertemu teman lama dan menertawakan betapa cupunya kita dulu. Acara konser bintang kesayangan memang tak sebanding dengan acara ngumpul bareng teman seperti ini, tapi jujur saya sudah jarang tertawa sekeras itu belakangan ini. Dan saya merasa itu sangat berharga.

Tiba di rumah jam menunjukkan pukul 00:00 (mirip cerita Cinderella yah) saya bahkan lupa terakhir kali pulang selarut itu. Weekend kali ini ternyata tak seburuk yang saya sangka, Tuhan masih berbaik hati mempertemukanku dengan sahabat-sahabat lama.

Hari Minggu pagi saya sudah dibangunkan karena teringat pekerjaan rumah yang menunggu. Cucian kotor, tumpukan baju yang belum disetrika, rumah yang berantakan, kucing yang minta makan. Fuuh.. sepertinya saya sudah menemukan Cinderella jaman modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar