Wah sudah lama nggak nulis... Belakangan aku memang agak sibuk dengan beberapa hal, tapi yang paling menyita waktu selain kerja adalah teater. Beberapa bulan terakhir aku dan beberapa kawan lama semasa SMA dibuat sibuk dengan persiapan pementasan teater SMAN 2 Depok yakni TEATER KACA.
Keikutsertaanku dalam pementasan ini dimulai dari pertemuan alumni-alumni Teater Kaca beberapa bulan silam. Ajang temu kangen tersebut kemudian dilanjutkan dengan sharing-sharing anggota yang intinya membahas berkurangnya minat terhadap seni teater di SMAN 2 Depok (sekarang menjadi Sekolah Berstandar Internasional).
Setelah membuat naskah, pemilihan pemain, beberapa kali rapat, akupun ikut berpartisipasi dan ditunjuk menjadi sutradara. Dan disinilah kontribusiku di Teater Kaca dituntut maksimal. Berbagai macam kendala dihadapi, dan akhirnya kami sepakat menampilkan operet berjudul Cinderella Mencari CINTA.
Kisahnya tak jauh dari cerita Cnderella yang terkenal itu, tapi penulis skenario William menambahkan lebih tepatnya memparodikan beberapa karakter untuk menghidupkan cerita seperti Malinda Dee, Briptu Norman,Spongesbob Squarepants, Patrick, Dalang dan Sinden, dan beberapa figur lain yang dimasukkan demi membuat cerita yang gerr.
Tanggal 22 Juli 2011 adalah hari pementasan. Sudah 2 hari aku tidak bisa tidur nyenyak. Hari Jumat yang terik di lapangan sekolah SMA 2 kami menampilkan yang kami bisa. Bersama puluhan pemain (aku ikut membantu sebagai dancer) dan kru, pementasan dilaksanakan dalam acara MOPD siswa ajaran baru.
Berikut beberapa dokumentasi pementasan Cinderella Mencari Cinta.
Persiapan:
Pementasan:
| ||
![]() |
| antusias penonton tidak berkurang meski panas terik |
Evaluasi:
Euforia keberhasilan pementasan masih aku rasakan sampai sekarang. Semoga dengan ini, Teater Kaca kembali seperti dulu, sebagai wadah kreatifitas, sebagai rumah, sebagai ladang karya anggotanya. Ini adalah tanda terima kasihku untuk Teater Kaca yang dulu begitu dekat layaknya keluarga bagiku. Mengenalkanku dengan sahabat-sahabat baik yang kumiliki sampai sekarang, mengajariku arti kerja keras, membuatku terpana dengan keajaiban panggung, membentukku tumbuh hingga menjadi manusia yang mencinatai dan menghargai seni, dan lebih dari itu membiarkan aku memiliki rumah kedua bernama TEATER KACA.
Terima kasih.






























Tidak ada komentar:
Posting Komentar